“Seperti mengalami orgasme yang tidak sampai puncak!” begitu komentar seorang penonton pertunjukan Acropoem Digital Performance “Langit Hitam” oleh Rumahperan Whanidarmawan di Taman Budaya Yogyakarta Sabtu 8 November 2009. Sebuah pertunjukan teater yang menggunakan konsep variety show digelar di Metal Park Taman Budaya Yogyakarta jam depalan malam. Sutradara pertunjukan Puthut Buchori memberikan ruang poetry reading performace, acrobatic sport, video, song dan digital music untuk saling bersetubuh sehingga melahirkan pertunjukan yang sensasional.
Secara konseptual Acroepoem Digital Perfomance merupakan sebuah eksplorasi puisi. Dengan bahan dasar bait-bait puisi “Langit Hitam” karya sutradara dibuat jadi beberapa bentuk audio visual. Langit Hitam berkisah tentang polusi. Polusi dalam kehidupan sosial, lingkungan, kultural, politis, kemanusiaan, maupun dalam pengertian yang lebih universal. Puisi tersebut dibacakan langsung dan beberapa diolah dalam bentuk recording, kemudian direspon dengan bahasa tubuh oleh performance artist yang ada di panggung. Terjadilah rangkaian aktivitas kelenturan tubuh dalam satu komposisi gerak untuk menterjemahkan makna kepada penonton. (Eka Sumaryati).