Beranda Tentang Kami Hubungi Kami Agen/Distributor Berlangganan Galeri Foto Merchandise Polling Blog Edisi:    
Selamat Datang di situs GONG, media seni-budaya Nusantara. - Di sini kami menyediakan pelbagai informasi, yang mudah diakses. - Saran dan kritik Anda kami tunggu, silakan klik HUBUNGI KAMI.
  Fasilitas Pencarian: advanced search Sabtu, 11 September 2010 | 07:58 WIB
 RUBRIK UTAMA
   Salam Budaya
   Dari Pembaca
   Sorot
   Sosok
   Wawasan
   Media
   Ensiklopedi
   Resensi
   Bingkai
   Panggung
   Sastra
   Anjungan
   Laku dan Cerita
   Tatap

 SOSOK
Pendidikan Untuk Penonton

 BINGKAI
Bantengan

 Polling
Jika Anda pembaca Gong, tulisan tentang apa yang paling diminati?
Wawasan kebudayaan melalui kajian seni
Berita keberagaman seni lokal
Kesenian dalam kehidupan masyarakat
Review dengan pendekatann estetika
Seni lokal yang diolah menjadi komersial
 

 Lihat hasil...

 
:: Anda berada di halaman: Agenda Budaya - Edisi: 119/XI/2010

Foto: 01  
Acropoem Digital Performance Rumah Peran Wani Darmawan - (REVIEW)

“Seperti mengalami orgasme yang tidak sampai puncak!” begitu komentar seorang penonton pertunjukan Acropoem Digital Performance “Langit Hitam” oleh Rumahperan Whanidarmawan di Taman Budaya Yogyakarta Sabtu 8 November 2009. Sebuah pertunjukan teater yang menggunakan konsep variety show digelar di Metal Park Taman Budaya Yogyakarta jam depalan malam. Sutradara pertunjukan Puthut Buchori memberikan ruang poetry reading performace, acrobatic sport, video, song dan digital music  untuk saling bersetubuh sehingga melahirkan pertunjukan yang sensasional.

Secara konseptual Acroepoem Digital Perfomance merupakan sebuah eksplorasi puisi. Dengan bahan dasar bait-bait puisi “Langit Hitam” karya sutradara dibuat jadi beberapa bentuk audio visual. Langit Hitam berkisah tentang polusi. Polusi dalam kehidupan sosial, lingkungan, kultural, politis, kemanusiaan, maupun dalam pengertian yang lebih universal. Puisi tersebut dibacakan langsung dan beberapa diolah dalam bentuk recording, kemudian direspon dengan bahasa tubuh oleh performance artist yang ada di panggung. Terjadilah rangkaian aktivitas kelenturan tubuh dalam satu komposisi gerak untuk menterjemahkan makna kepada penonton. (Eka Sumaryati).

<< back


 







SPECIAL EVENTS


AGENDA BUDAYA

  • Festival Benteng Ungaran 2010
  • Jagongan Media Rakyat 2010
  • Teater Malam Jahanam
  • Atraksi Seni Peringatan Satu Tahun Madya - (REVIEW)

  • INFO BUKU
     

    Kumpulan Esai Riau Pos

    Riak Lara Pantai Demak

    Antologi Obrolan

    Antara Panjak Hore dan Rock Progresif

    NEWS

  • Dedikasi dalam Imaji I Wayan Rai
  • Berlalunya Sebuah Era?
  • Seniman Sapto Raharjo Wafat
  • Obituari: Seniman Sapto Rahardjo Berpulang
  • Seniman Gamelan Sapto Rahardjo Meninggal Dunia

  •  
     GALERI FOTO
     

    Gerak Lucu Wayang Golek

    Gerak Mulut Wayang Sasak
     

    Sekar Diu - Wayang Sasak

    Topeng Cupak


      Copyright © 2008 Majalah Gong
      Jl. Nitikan Baru, Gang Aries No. 46, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta 55161
      Telp/Fax: +62-0274-370830 | 081568445708
      E-mail: redaksi@gong.tikar.or.id

    Developed by: Satya Adirimata +62 818 650771, +62 21 991 45561. Email: adirimata@yahoo.com